Jenis-jenis Keyboard


Keyboard salah satu bagian dari komputer yang keberadaannya sangat vital. Tanpa keyboard, komputer tidak dapat dijalankan secara maksimal. Keyboard sendiri adalah adalah alat input yang digunakan untuk mengetik informasi ke dalam komputer dan menjalankan berbagai intruksi atau perintah ke dalam komputer. Keyboard yang saat ini sangat lazim digunakan adalah keyboard QWERTY. Berikut ini jenis-jenis dari keyboard QWERTY.

Baca Juga : Sejarah dan Penemu Keyboard QWERTY

Jenis-jenis keyboard dari segi fisiknya :
1. Keyboard Serial
Keyboard serial menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.


2. Keyboard PS/2
Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, Karena port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.


3. Keyboard Wireless
Keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU.



4. Keyboard USB
Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektor USB ni dan sangat dominan karena keyboard ini begitu menjamin transfer data lebih cepat.


Jenis-jenis Keyboard dari segi bentuk dan tombol-tombolnya :
1. Keyboard QWERTY
Jenis keyboard QWERTY pertama kali di buat oleh Scholes, Glidden dan Soule pada tahun 1878 yang pada saat itu di jadikan sebagai standar mesin tik komersial tepatnya pada tahun 1905. Keyboard jenis Qwerty sampai saat ini merupakan keyboard yang paling banyak digunakan oleh pengguna komputer di seluruh dunia. QWERTY dirancang sedemikian rupa sehingga tombol yang paling sering di tekan, letaknya terpisah sejauh mungkin sehingga dapat meminimalkan kemacetan pada saat pengetikan dilakukan. Namun walaupun keyboard QWERTY didesain sedemikian rupa, dalam praktek penggunaanya masih di temukan beberapa kelemahan. Sebagai contoh yang paling nyata dari ketidak efisienan jenis keyboard Qwerty adalah pengetikan huruf “a” yang mana tombol tersebut sangat sering digunakan namun harus dilakukan oleh jari kelingking yang paling lemah.


2. Keyboard DVORAK
Jenis keyboard DVORAK di buat pada tahun 1932 yang di rancang sedemikian rupa agar tangan kanan di bebani lebih banyak pekerjaan di banding dengan tangan kiri. Dari hasil uji coba yang dilakukan DVORAK mempunyai hasil yang lebih efisien antara 10-15% di banding dengan keyboard QWERTY.


3. Keyboard KLOCKENBERG
Keyboard ini dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard KLOCKENBERG mempunyai tombol tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Tata letak ini, selain mengurangi beban otot pada jari jemari dan pergelangan tangan juga dirancang untuk mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Terpisahnya bagian kiri dan kanannya menjadikannya relatif lebih banyak memakan ruang.


4. Keyboard Maltron
Berbeda dengan keyboard pada umumnya, Maltron dibuat sedikit agak berbentuk cekung ke dalam agar jari-jari pengguna tidak tidak dalam posisi membentuk satu garis lurus. Dengan menggunakan keyboard jenis ini, pembuat keyboard Maltron menjamin akan memberikan kenyamanan pada jari tangan pengguna saat mengetik, sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya RSI (Repetitive Stress Injuries) pada pengguna. Selain itu keyboard ini juga di klaim mampu meningkatkan kecepatan ketika mengetik karena penggunaan 10 jari dapat di optimalkan dengan baik.


5. Keyboard Chord
Keyboard Chord hanya memiliki beberapa tombol yaitu antara 4 sampai 5 saja. Jika kita ingin memasukkan suatu huruf maka harus menekan beberapa tombol secara bersamaan. Dari segi ukuran Chord terlihat lebih kompak dan sangat cocok jika di gunakan untuk aplikasi yang portable. Dari sisi kecepatan Chord memang bisa diunggulkan karena memiliki kecepatan tinggi, namun masih kurang popular karena pada penggunaan yang lama akan menyebabkan kelelahan pada tangan pengguna.


6. Keyboard Alphabetik
Tombol-tombol yang ada pada keyboard alphabetik disusun persis seperti pada tata letak QWERTY maupun Dvorak, tetapi susunan hurufnya berurutan seperti pada urutan alphabet. Keyboard alphabetik juga tidak dapat menyaingi popularitas tata letak QWERTY, tetapi biasanya banyak ditemui pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajar mengenal huruf alphabet. Bagi pengguna yang bukan tukang ketik, barangkali tata letak ini cukup membantu. Tetapi, dari hasil pengujian, penggunaan tata letak seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.


7. Keyboard Numeric
Keyboard numeric diciptakan berdasarkan permintaan atau kebutuhan pengguna yang menginginkan penggunaan tombol numeric (numeric keypad) yang tata letaknya bisa memudahkan jangkauan tangan pengguna untuk memasukkan bilangan dalam jumlah yang besar.

Subscribe to receive free email updates: